Pada hari Rabu Malam Pukul 23.00 hingga Kamis Pagi Pukul 06.00 Tanggal 16-17 September 2009 Densus 88 menggerebek sebuah rumah di Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo. Dalam penggerebekan tersebut terjadi kontak senjata antara teroris dan Densus 88 sehingga mengakibatkan tewasnya empat terorisme yang yang salah satunya sangat dicari oleh polri semenjak tahun 2000 yaitu Noordin M Top.
Berikut empat tersangka terorisme yang tewas serta perannya, sesuai dengan keterangan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri :
- Bagus Budi Pranoto alias Urwah.
Merupakan pelaku bom Kedubes Australia tahun 2004 yang sudah divonis 7 tahun penjara dan mendapat pembebasan bersyarat selama 4 tahun. Setelah bebas, Urwah kembali aktif, termasuk terlibat dalam penyiapan bom bunuh diri di Jatiasih.
Urwah sempat menjadi target di Solo pada 16 Agustus 2009 lalu, tapi lepas, karena pemberitaan media massa. Urwah diketahui sebagai ahli pembuat bom. - Hadi Susilo alias Adib.
Pria berumur 24 tahun, suami dari Munawaroh, berperan sebagai penyewa rumah untuk persembunyian Noordin, Urwah, dan Aji. - Ario Sudarso alias Aji.
Murid langsung ahli bom Dr Azahari, sangat lihai dalam merakit bom. - Noordin M Top.
Buron kelas kakap, yang selama ini selalu lepas dari penggerebekan. menjabat sebagai Qoid Tandzim Al Qaeda Asia Tenggara. Dipastikan tewas setelah melalui pemeriksaan antemortem dan sidik jari. Pemeriksaan sidik jenazah terhadap sidik jari Noordin yang dikirim Polisi Diraja Malaysia cocok.
Selain empat teroris yang tewas terdapat satu orang korban wanita hamil yang terluka yaitu Munawaroh yang merupakan isteri dari Hadi Susilo, serta satu orang korban luka dari pihak polri.
“Alhamdulillah ini kebesaran Allah SWT sekali lagi di Bulan Ramadan. Ada 14 titik kesamaan (sidik jari) yang bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis formal. Ini identik dengan DPO sembilan tahun yang kita jadikan target untuk ditangkap,” kata Kapolri sambil memperlihatkan print out hasil sidik jari.
Ditulis oleh rully4 

